Tubagus Hendra Suherman, Dirut Perseroda PITS

Dirut Perseroda Pits Terus Memperbaiki Kinerja

Tubagus Hendra Suherman, Dirut Perseroda PITS. (Darussalam/FIVE).

Jakarta - April 2024 ini, genap satu tahun Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS) menjalankan bisnis air minum. Sebelumnya perusahaan ini menjalankan berbagai aneka usaha. Diantaranya pengelolaan pasar, transporter limbah medis, teknologi dan informasi serta pelayanan air minum.

“Sejak berubahnya badan hukum PITS dari PT (Persero Terbatas) menjadi Perseroda, PITS mulai fokus menjalankan satu bidang usaha, yakni bisnis air minum,” kata Direktur Utama (Dirut) Perseroda PITS, Tubagus Hendra Suherman kepada FIVE.

Hendra menjelaskan, dalam mengembangkan usaha air minum ini Perseroda PITS melakukannya dengan dua cara. Yakni, memberikan subsidi kepada warga dan sosial serta mengambil keuntungan dari komersial.

“Jadi kami membagi tiga kategori konsumen, yakni saluran rumah untuk warga (SR), Unit Meter Kecil (UMK) untuk usaha rumahan dan Unit Meter Besar (UMB) untuk ritel, mal dan komersil lainnya,” jelasnya.

Banyak hal yang disampaikan pria yang pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT PITS ini, berikut petikan wawancaranya :

Sejak berubahnya badan hukum, Perseroda PITS mulai fokus menjalankan satu bidang usaha, yakni bisnis air minum. Bisa dijelaskan ?

Jadi perusahaan ini awalnya berdiri sejak tahun 2013. Waktu itu bentuknya masih persero terbatas murni dengan beraneka usaha, seperti pengolaan limbah, pasar dan pelayanan air minum. Seiring berjalan waktu dan salah satunya karena kebutuhan kelembagaan di Kota Tangerang Selatan dan sesuai dengan regulasi yang ada; UU Nomor 23 Tahun 2014 dan PP 54 Tahun 2017 serta adanya Proyek Strategis Nasional (PSN) maka di doronglah tahun 2023 itu bentuk badan hukumnya dari persero terbatas menjadi Perseroda yang khusus melayani dan mengembangkan air minum (PDAM) itu di bulan April 2023 dan semenjak itu concern bisnisnya di air minum. Tapi air minum ini landasannya sudah ada di kami yaitu divisi air minum.​

Untuk divisi air minum ini kerja sama dengan pihak mana saja ?

Untuk divisi air minum ini pertama kali kerja sama dengan PT Tirta Tangsel Mandiri yang merupakan anak perusahaan dari PT PP Infrastruktur, kerja sama bisnis to bisnis membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Bagaimana sekarang ini pencapaiannya ?

Kami baru sekitar 85 liter per second (lps) yang disalurkan dan saluran sambungan rumah (SR) sekitar 7 ribuan.

Bagaimana dengan minat masyarakat untuk memasang sambungan PAM ?

Ini agak unik ya, kadangkala masyarakat belum mau pasang, apalagi air tanahnya yang masih bagus, itu rasanya sulit mereka mau beralih memasang air PAM. Kalau pun mau pasang itu hanya sekedar buat cadangan dan rata-rata bayarnya abonemen saja. Butuh endorse pemahaman yang terus menerus agar masyarakat mau beralih menggunakan air perpipaan (PAM).

Perseroda PITS juga menjual air subsidi. Bisa dijelaskan ?

Jadi memang ada kelas-kelas layanan, seperti kelas sosial dan kelas tidak mampu. Memang di satu sisi betul ada yang kelas komersial dan itu untuk mensubsidi yang kelas sosial dan masyarakat yang kurang mampu. Jadi di dalam air ini sebetulnya bukan untuk mencari keuntungan semata, tapi lebih pada pelayanan. Namun karena ini bentuknya Perseroda, salah satunya kita dituntut untuk bisa profit kedepannya.

Kenapa Wali Kota Tangerang Selatan memilih untuk menjadi Perseroda ?

Karena beliau ingin BUMD ini memiliki culture corporate dan lebih lincah dan mudah menjalin kerjasama B to B dengan pihak ketiga. Kalau bentuknya Perumda unsur birokrat nya masih kental, maka bentuk badan hukumnya Perseroda. Karena Pak Wali ingin selain melayani masyarakat, culture nya juga harus jadi culture profesional yang bisa memberikan profit.

Bagaimana dengan strategi bisnis pengembangnya ?

Kami berencana membangun SPAM untuk Angke 2 dengan kapasitas 200 lps, dan groundbreaking nya Oktober 2024. Ini juga untuk melayani 3 kecamatan di Pamulang, Ciputat dan Ciputat Timur.

Tangsel ini kan awalnya dibangun oleh para pengembang besar, dimana mereka juga mengelola air sendiri. Bagaimana sekarang ini ?

Benar, makanya sekarang ini kita ada kerja sama operasional, karena sekarang ini regulasinya juga tidak diperkenankan para pengembang mengelola air minum secara mandiri. Sekarang ini kita sudah menjalin kerja sama operasional dengan Alam Sutera, TKR, Citra Garden Bintaro dan sedang menjajaki dengan BSD.

Kalau strategi bisnis internal bagaimana ?

Tentu kita terus memperbaiki kinerja serta tata kelola perusahaan dan teknologi informasi dalam memudahkan pelayanan bagi masyarakat. Bahkan sekarang bayar air lewat apapun bisa, karena kanal pembayaran kami sudah lengkap.

Apa saja kendala yang dihadapi di lapangan ?

Kendala pasti ada ya, misalnya perijinan. Kami berharap pemerintah pusat itu sungguhsungguh dalam penyediaan air minum untuk masyarakat. Karena ini merupakan pelayanan kebutuhan dasar.

Maksudnya ?

Jadi begini, ini kami PDAM jika mau memasang pipa, itu kan menggunakan/melalui aset jalan. Baik itu jalan kota, provinsi atau nasional, itu kami bayar sewa asset negaranya cukup mahal, sehingga akan mempengaruhi nilai investasi yang berdampak pada tarif air minum bagi masyarakat. Harapan kami sewa asset negaranya bisa dhapuskan.

Kesulitan lainnya ?

Kesulitan lainnya itu kadang kita mau pasang pipa melewati aset-aset perorangan, dan permintaannya juga kadang tidak masuk akal dan sewanya sangat tinggi.

Perseroda PITS ini sumber air nya dari mana ?

Sungai Angke.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *